Praktisi Desak Sita dan Telusuri Aliran Dana di Balik Dua Ruko di Pidie yang Diduga Jadi Gudang Produksi Sabu Cair

PRESISI INSIGHT

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:40 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIGLI – Desakan agar Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turun tangan memeriksa jajaran pejabat Polres Pidie dan Polda Aceh menguat setelah terbongkarnya dua ruko yang diduga menjadi lokasi produksi narkotika berskala besar di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur.

Praktisi hukum dan kebijakan publik, Muharramsyah, menilai pengungkapan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penangkapan pelaku lapangan. Menurutnya, ada pertanyaan besar yang luput dijawab tentang bagaimana fasilitas yang diduga memproduksi sabu cair hingga 1,2 ton bisa beroperasi di kawasan padat aktivitas warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari acehonline.co, Muharramsyah menegaskan Kapolri harus bersikap tegas dan tidak hanya fokus pada penangkapan kurir. “Saya minta Kapolri tegas menangani kasus ini dan jangan fokus pada penangkapan kurir atau pelaku lapangan,” kata Muharramsyah, Jumat (23/10/2026).

Ia menyoroti lokasi yang diduga menjadi pabrik tersebut berada di ruas jalan provinsi lintas Beureunuen–Kembang Tanjong, yang jaraknya disebut hanya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Sigli. Fakta geografis itu, menurut Muharramsyah, menjadi ironi yang menampar wajah pengawasan keamanan.

Bagaimana mungkin bangunan komersial dengan aktivitas yang diduga menimbulkan aroma kimia menyengat, lalu lalang material, dan penjagaan tertutup bisa luput dari radar deteksi dini aparat yang mengklaim memiliki jaringan informan hingga ke tingkat gampong. Publik patut bertanya, apakah sistem pengawasan itu memang diduga tumpul, atau sengaja dibuat tumpul.

Penggerebekan dua ruko tersebut terjadi pada Kamis (22/10/2026). Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi penggerebekan maupun siapa aktor intelektual di balik dugaan produksi tersebut. Kondisi ini yang menurut Muharramsyah perlu diusut dengan melibatkan Bareskrim Polri dan BNN RI.

Ia juga mendesak Divisi Propam Polri untuk memeriksa kinerja pejabat terkait, termasuk mantan Kasat Narkoba Polres Pidie, serta mengevaluasi total program pencegahan dan pemberantasan narkotika yang selama ini diklaim berjalan. Evaluasi itu penting untuk menjawab dugaan kelalaian sistemik yang membuat Pidie seperti karpet merah bagi sindikat.

Selain pemeriksaan internal, Muharramsyah meminta pengawasan terhadap warga negara asing diperketat, pengawasan sewa-menyewa ruko komersial dilakukan berkala, serta kanal pengaduan independen dibuka untuk menampung laporan masyarakat soal dugaan keterlibatan aparat dalam bisnis haram tersebut.

”Saya minta pemeriksaan harus dilakukan secara transparan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian maupun keterlibatan pihak tertentu,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, menyebut dugaan pabrik sabu di lokasi tersebut sebagai ancaman serius bagi generasi muda Aceh. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas ilegal di lingkungan masing-masing. (TIM)

Berita Terkait

Kongkalikong Alat Berat dan Setoran di Geumpang Dipertanyakan, Mengapa Rantai Tambang Besar Sulit Disentuh?
Penertiban Tambang Emas Pulo Loih Tuai Tanda Tanya: Dugaan Setoran Oknum Berseragam dan Tambang Cina Jadi Sorotan
PETI Geumpang dalam Sorotan: Dugaan Alat Berat Jaringan Cina, Setoran Tambang, dan Misteri di Balik Penertiban
133 Ekskavator, 837 Hektare, dan Dugaan Setoran Rp32 Juta, Geumpang Dihadapkan pada Misteri Jaringan Tambang Ilegal
Penertiban PETI Geumpang Pidie Kembali Diperdebatkan, Warganet Pertanyakan Dugaan Permainan di Balik Aktivitas Tambang
PETI Geumpang Belum Lepas dari Sorotan, Wakil Bupati Disinggung di Media Sosial, APW Minta Penertiban Tak Berhenti di Lapangan
Tambang Emas Ilegal Mengancam Geumpang Pidie, Pemerintah Diminta Berhenti Hanya Mengandalkan Laporan dari Meja Birokrasi
Tarif SIM C Diduga Tembus Rp600 Ribu di Pidie, Jalur Kilat Tanpa Ujian Jadi Sorotan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Berawal dari Informasi Warga, Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Gunakan Sabu”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gotong Royong Bersihkan Masjid Taqwa Kong Paluh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:21 WIB

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Program TMMD, Jalan Menuju Perkebunan Masyarakat Kampung Pepelah Dibuka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Berawal dari Informasi Masyarakat, Polisi Amankan Dua Pria Terkait Sabu di Gayo Lues

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:48 WIB

Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan 957 Gram Ganja, Satu Pelaku Ditangkap Satu DPO

Berita Terbaru