Seruan Deklarasi Besar Simpul Kemelayuan dan Elemen Masyarakat, Bersatu Memperjuangkan Tanah Ulayat dan Hak Masyarakat Adat

PRESISI INSIGHT

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:20 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riau — Gelombang kesadaran kolektif untuk mempertahankan marwah dan hak masyarakat adat terus menguat. Simpul-simpul kemelayuan bersama masyarakat dan tokoh lintas elemen akan menggelar Deklarasi Besar Perjuangan Masyarakat Adat Melayu sebagai bentuk sikap tegas dan konsolidasi kekuatan rakyat.

Adapun pelaksanaan kegiatan tersebut dijadwalkan pada:
Hari/Tanggal: Jum’at, 27 Maret 2026
Pukul: 16.00 WIB
Tempat: Halaman Balai Adat LAMR

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan suara dan langkah seluruh elemen masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah ulayat serta menjaga eksistensi masyarakat adat Melayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seruan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, akademisi, mahasiswa, hingga organisasi sipil, untuk hadir dan berdiri dalam satu barisan perjuangan. Persoalan tanah ulayat ditegaskan bukan sekadar konflik agraria, melainkan menyangkut identitas, kehormatan, serta masa depan generasi Melayu yang harus dijaga bersama.

Encik Faizal selaku Ketua Panitia Deklarasi menegaskan bahwa kegiatan deklarasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk menyatukan kekuatan dan menyuarakan sikap tegas masyarakat Melayu.

“Deklarasi ini adalah bentuk kesadaran kolektif kita. Ini bukan acara biasa, ini adalah titik awal konsolidasi besar-besaran untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Melayu yang selama ini terabaikan,” tegas Encik Faizal.

Ia menekankan bahwa seluruh elemen yang terlibat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah dan masa depan Melayu.

“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat adat Melayu tidak lagi dipandang sebelah mata. Ini soal harga diri, soal identitas, dan soal keberlangsungan generasi ke depan. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk hadir, bersatu, dan mengambil peran dalam perjuangan ini,” lanjutnya.

Encik Faizal juga menegaskan bahwa deklarasi ini akan menjadi pesan kuat kepada semua pihak bahwa masyarakat Melayu tidak akan tinggal diam.

“Dari deklarasi ini, kita kirimkan pesan tegas: masyarakat Melayu bersatu, bergerak, dan tidak akan mundur dalam memperjuangkan haknya. Ini adalah langkah awal dari gerakan yang lebih besar,” tutupnya.

Berita Terkait

Kerinci Darurat PETI, Ketika Hutan Warisan Dunia Dicabik Demi Emas Ilegal dan Pembiaran Berlarut
DPP LPPI Soroti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong: Jangan Asal Menyimpulkan, Itu Rumah Dinas!
Mengawal Keterbukaan Informasi Publik, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar Bawa Sejumlah Masukan Strategis
Rapimnas PII 2026 dan Harlah PII Wati ke-62 Resmi Dibuka di Jakarta
PERON 26 Serukan Persatuan Driver Online, Dorong Kesejahteraan dan Perlindungan Profesi
Prabowo, Anies dan Samsuri, S.Pd.I, M.A adalah Tiga Besar Tokoh Nasional Potensial untuk Pilpres 2029
Keseruan Panjat Pinang HUT RI ke 81 di Gang Swadaya: Tawa Warga Pecah, Hadiah Rp 4,5 Juta Sumbangan Tokoh Pemuda Afrizal Fadli Nasution Sukses Digaet Peserta
Gerbang Baru Wartawan Indonesia: UKW, RPL, dan Penguatan Akademik dalam Satu Kolaborasi

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 09:40 WIB

GAYO LUES

Pembangunan 5 unit RTLH Program TMMD ke-130 Berlanjut

Minggu, 18 Okt 2026 - 05:21 WIB