Gubernur Riau Sebut Status Daerah Istimewa Lebih Realistis daripada Gerakan Riau Merdeka dan Tetap dalam NKRI

PRESISI INSIGHT

- Redaksi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 20:01 WIB

5075 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, – Isu adanya rencana deklarasi Riau Merdeka kembali mencuat dan memicu polemik di tengah masyarakat. Sebagaimana berita beredar, mantan anggota BIN Kolonel Infanteri (Purn) Sri Radjasa Chandra dalam podcast di akun YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (7/8/2025), menyebut adanya rapat tertutup pendukung Jokowi membahas gerakan separatis tersebut.

Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa isu Riau Merdeka yang sempat mencuat di media sosial merupakan gerakan lama yang tidak ada lagi hingga sekarang. Menurutnya, kondisi di Riau saat ini kondusif dan masyarakat tetap fokus pada pembangunan daerah.

“Riau Merdeka saya rasa ya itu wacana lama ya, artinya sejauh ini belum saya lihat ada tokoh yang menggerakkan itu. Di Riau masih adem-adem aja, biasa-biasa saja, tidak ada gerakan itu,” kata gubernur, Kamis (14/08/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengimbau semua pihak untuk tidak berlebihan menanggapi isu tersebut. Gubernur Abdul Wahid menjelaskan, membesar-besarkan wacana semacam itu justru berpotensi mengganggu fokus pembangunan yang sedang dijalankan.

“Ya, jangan terlalu di-framing soal-soal begitu. Kita sekarang ini adalah bagaimana membangun Riau dan membangun Indonesia, Riau tetap bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Isu itu hoaks dan tidak berdasar,” tegas Abdul Wahid beberapa waktu lalu.

Gubri Abdul Wahid menilai, yang lebih tepat untuk diperjuangkan adalah status Daerah Istimewa Riau (DIR), sebagaimana yang dimiliki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh. Status tersebut dapat memberikan keleluasaan pengelolaan daerah, termasuk dalam sektor budaya, pemerintahan, dan pengelolaan sumber daya alam.

Wacana DIR lebih realistis karena tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun memberi ruang khusus bagi kearifan lokal dan kebutuhan daerah. Ia menambahkan, status tersebut akan memperkuat Riau sebagai salah satu daerah strategis di Sumatera.

“Yang betul itu ada keinginan Daerah Istimewa Riau. Istimewa kan seperti Jogja dan Aceh,” tutup Gubernur Riau.

Sementara itu, Plt Wakil Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Riau, Fadila Saputra, menegaskan bahwa isu Riau Merdeka dapat merusak persatuan di Bumi Lancang Kuning. Provinsi Riau adalah negeri yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan.

“Banyak Pejuang NKRI di Riau yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan. Pejuang NKRI mengorbankan seluruh harta, benda, bahkan nyawa untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Jangan dirusak jerih payah pengorbanan para pejuang di Riau dengan isu yang tidak benar,” tegas putera pejuang kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Dikatakannya lagi, dirinya sangat mendukung rekomendasi LAMR untuk pembentukan Daerah Istimewa Riau (DIR) guna pelestarian adat dan budaya Melayu. Apalagi perjuangan dan kecintaan kerajaan di Riau seperti Kerajaan Siak dan Indragiri yang ikhlas bersedia bergabung dengan NKRI dan menyerahkan kekuasaannya untuk Indonesia Merdeka dan berdaulat.

“Kita menilai yang harus diperjuangkan adalah pembentukan Daerah Istimewa Riau (DIR), dengan tujuan pelestarian adat dan budaya Melayu yang lebih kuat untuk kesejahteraan masyarakat Riau,” ujar cicit Panglima Perang (Hulubalang) Kerajaan Siak Sri Indrapura dari suku Bentan ini.

Diitambahkannya, saat ini kita harus mendorong agar pemerintah provinsi Riau membangun Riau lebih baik lagi. Semua pihak harus mendukung Gubernur Riau dalam upaya merebut anggaran di pemerintah pusat.

“Kedepannya, mari kita dukung Gubernur Riau untuk merebut Dana Bagi Hasil dan pembangunan kawasan ekonomi terkait skema baru Dana Bagi Hasil (DBH) dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Riau,” ujarnya.

Kita ketahui bahwa Riau menghasilkan produk senilai Rp1.112 triliun pada 2024. Jika 10 persen saja dikembalikan ke daerah, maka Riau bisa memperoleh lebih dari Rp100 triliun untuk memperkuat kapasitas fiskal.

“Kita dukung Gubri Wahid untuk meminta dukungan Presiden menetapkan sejumlah wilayah sebagai free trade zone dan KEK. Beberapa daerah yang diusulkan antara lain Pulau Rangsang, Bukit Batu, Buton, dan Tenayan. Letak Riau sangat strategis, di jantung Sumatera dan dekat jalur perdagangan internasional. Kalau ini dikembangkan, akan memberi dampak ekonomi besar bagi daerah dan nasional,” tutup Ketua Umum Putera Pejuang Penerus Bangsa Provinsi Riau ini.

Sumber: DPP AMI

Berita Terkait

Dari Pingsan hingga Luka Bakar, Polisi Dilatih Tanggap Darurat oleh Polda Riau
Rumah dan Mobil Wartawan Diteror, SWI Desak Polisi Usut Tuntas Dalang di Balik Serangan
Merangkai Persaudaraan, Meneguhkan Pengabdian: DPD KAI Jawa Barat Rayakan 10 Tahun Kiprah Advokat Berintegritas
Perkuat Sinergi dengan Lembaga Keagamaan, Propam Polda Riau Sambangi dan Berbagi di Pondok Pesantren Nurul Azhar
Tanda Tangan dalam Surat Damai Bukan Milik Korban, Keluarga Kecelakaan Protes dan Persoalkan Etika Penegakan Hukum
Kabid Propam Polda Riau Tegaskan Polisi Tak Hanya Menegakkan Hukum, Tapi Juga Peduli Kesejahteraan Sosial
Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Utama Angkatan Pertama Dibuka di Pekanbaru, PSN Gandeng Baharkam Polri
Manajemen D’Poin Angkat Suara Soal Isu Narkoba, Klarifikasi Agar Nama Klub Tidak Dicoreng Fitnah

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:41 WIB

Kapolres Bireuen Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Umbau Pengendara Tertib Utamakan Keselamatan

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Kapolres Bireuen Ajak Pelajar Jauhi Bullying, Narkoba, Judol, dan Pinjol

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kapolres Bireuen Pimpin Latihan Dalmas, Tingkatkan Profesionalisme Personel Hadapi Gangguan Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Kapolres Bireuen Gelar Subuh Keliling, Ajak Masyarakat Cegah Narkoba, Bullying dan Hindari Judol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Polres Bireuen Pasang Pamflet Imbauan di Sejumlah Lokasi Rawan Longsor

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Gelar Jum’at Berkah, Polres Bireuen Bagikan Sembako kepada Pengendara Tertib Lalu Lintas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Satresnarkoba Polres Bireuen Ungkap Peredaran 6,1 Kg Sabu, Dua Tersangka Diamankan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 03:07 WIB

Kapolres Bireuen Berikan Kejutan HUT TNI Ke-81, Antar Kue Ulang Tahun ke Kodim 0111/Bireuen

Berita Terbaru

GAYO LUES

Pembangunan Gorong-gorong Titik 1 Siap 90 Persen

Jumat, 23 Okt 2026 - 06:03 WIB