Ajakan PPD kepada Pelajar untuk Membangun Generasi Muda yang Kritis, Berintegritas dan Bebas dari Tawuran

PRESISI INSIGHT

- Redaksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:42 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Payung Pemuda Demokrasi (PPD) menggelar diskusi publik bertajuk “Menuju 1 Abad Sumpah Pemuda: Menggugat Ketimpangan Akses Pendidikan” di Warkop Ikhlas Joglo, Jalan Strategi Raya Nomor 5, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pelajar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi tersebut menghadirkan Radit, demisioner Senat Universitas Atma Jaya, Bintang, mahasiswa Fakultas Hukum Atma Jaya, serta Agif, aktivis PPD. Kegiatan dipandu oleh Irwansyah alias Wancah, pendiri Titik Kumpul Pemuda. Sejumlah peserta diketahui berasal dari kelompok pelajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Sumpah Pemuda yang diikuti peserta. Selanjutnya, para narasumber menyampaikan pandangan mengenai ketimpangan akses pendidikan, kondisi sarana dan prasarana sekolah, keterbatasan ekonomi sebagai hambatan pendidikan, serta pentingnya pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui keterangan Humas Payung Pemuda Demokrasi (PPD), Selasa (20/10), Radit, demisioner Senat Universitas Atma Jaya, menyoroti kondisi pendidikan di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Papua, Flores dan Maluku. Ia menilai, keterbatasan fasilitas sekolah, ketidakseimbangan kebutuhan tenaga pendidik, serta belum meratanya akses pendidikan menjadi persoalan yang memerlukan perhatian serius pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan hak pendidikan bagi seluruh warga negara, termasuk masyarakat di wilayah terpencil.

Sementara itu, Bintang menegaskan bahwa, hak memperoleh pendidikan telah dijamin dalam Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 31 UUD 1945, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Menurutnya, faktor ekonomi, kesenjangan pembangunan antarwilayah, dan keterbatasan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Ia turut menyoroti perlunya transparansi anggaran pendidikan, termasuk pembahasan mengenai alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi secara menyeluruh.

Adapun Agif, mengajak para pelajar untuk mengutamakan pendidikan, diskusi dan pengembangan kemampuan intelektual sebagai sarana menyikapi persoalan sosial. Ia menekankan bahwa, ilmu pengetahuan dapat menjadi landasan perjuangan untuk mendorong perubahan tanpa kekerasan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjauhi tawuran serta membangun generasi muda yang kritis, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.

Pada sesi akhir, PPD menyampaikan manifesto pendidikan yang menekankan pentingnya sistem pendidikan nasional yang berkualitas, terjangkau, berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warga negara. Manifesto tersebut juga memuat kritik terhadap persoalan korupsi, ketimpangan sosial dan berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

Melalui manifesto tersebut, PPD menyampaikan lima gagasan utama, yakni:
– Penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan terjangkau,
– Penguatan nilai kemanusiaan,
– Pengembangan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab,
– Penanaman semangat belajar sepanjang hayat, serta,
– Pembentukan generasi intelektual yang berintegritas dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Selanjutnya seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 18.54 WIB. (Red).

Berita Terkait

Buka Ruang Aduan bagi Masyarakat, Kapolda Metro Jaya Tuai Apresiasi PW GP Al Washliyah DKI Jakarta
Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut PB, Aktivis Nasional: Sudah Sangat Tepat Agar Tidak Terulang Lagi
Nonaktifkan Kalapas Cibinong, DPP LPPI : Menteri Imipas Agus Andrianto Tak Main-Main Benahi Imipas
VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri
Karhutla Kaltim Diantisipasi dari Hulu ke Hilir, Pengamat Apresiasi Strategi Pangdam VI/Mulawarman
“Aduan terhadap Budi Arie Dipersoalkan, Pengamat: Bedakan ” Pengandaian ” dengan Pernyataan Dugaan Makar
Pengamat Tegas: Jangan Gunakan Isu Judi Online untuk Menjatuhkan Reputasi Budi Arie
Pengamat: Stop Framing Budi Arie, Jangan Potong Percakapan dan Giring Opini Publik

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Kapolres Aceh Tenggara diwakili oleh Wakapolres Bersama Forkopimda Hadiri Pelantikan Pengurus Cabang PGRI Periode 2024–2029

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Sambut Hari Jadi ke-75 Humas Polri, Polres Aceh Tenggara Gelar Donor Darah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Sabu 2,52 Gram Jadi Barang Bukti, Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria di Bambel

Senin, 19 Oktober 2026 - 03:36 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Pulonas, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:39 WIB

GERAK CEPAT SATRESNARKOBA POLRES ACEH TENGGARA, SEORANG PRIA DIAMANKAN BERSAMA BARANG BUKTI NARKOTIKA JENIS GANJA

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Respons Cepat Informasi Warga, Sat Intelkam Polres Aceh Tenggara Amankan Lima Pria dalam Pengungkapan Peredaran Sabu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Bukan Sekadar Publikasi, Si Humas Polres Aceh Tenggara Perkuat Kompetensi Kehumasan Jajaran Polsek

Berita Terbaru